FILSAFAT PENDIDIKAN

         
           Berbicara tentang filsafat, mungkin kita akan langsung merasa pusing, karna filsafat itu jangkauannya sangat luas, apalagi filsafat pendidikan. Apabila tidak benar benar mengetahui tentang apa itu filsafat, maka kemungkinan besar, akan menyeleweng dari artian yang sesungguhnya, maka dari itu, disini saya akan menjelaskan secara singkat, apa itu filsafat pendidikan.

Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan.
 Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
Beberapa aliran filsafat pendidikan;
1. Filsafat pendidikan progresivisme. yang didukung oleh filsafat pragmatisme.
2. Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme; dan
3. Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme.
Dari beberapa aliran filsafat pendidikan, yang akan Penulis uraikan di sini adalah filsafat pendidikan progressivisme. Dalam pandangannya progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal, menyela. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kebudayaan. Belajar berfungsi untuk mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Comments

Popular posts from this blog

7 Fakta Sejarah Yang Tidak Pernah Dipelajari di Sekolah, Nomor 1 Paling Aneh!

Sungguh Mengejutkan! Beginilah 6 Pandangan Orang Bule Terhadap Indonesia

4 hal yang harus diperhatikan, saat mengerjakan soal SBMPTN/UM